Kata mereka aku mahir bermain benang. Sehingga orang-orang membawa benang kusut mereka padaku. Berkata padaku untuk coba menguraikannya. Aku mencoba dengan tenang, sementara mereka menatapku dengan harap.
Kata mereka tanganku tenang. Itulah sebabnya benang sekusut apapun bisa kuuraikan. Kata mereka hatiku terlalu tak acuh. Itulah mengapa mereka merasa benang kusut itu bukan masalah untukku.
Benang-benang kusut itu ku tarik terus menerus. Dengan sabar tanganku masuk ke kanan lalu mengeluarkan ke kiri, begitupun sebaliknya. Lilitan seerat apapun aku coba uraikan. Rasa-rasanya tanganku sudah terbiasaābahkan terlalu terbiasa.
Selang beberapa tahun benang kusut mereka membentuk bulan sabitāterlihat indah. Tapi tidak dengan benangku, benangku tetap menyimpul kusut. Tapi tak apa, karena aku pintar mengurai benang.
Aku bangga sekali karena aku mahir bermain benang
Ps : tapi ini bukan tentang benang
